Jumat, 18 Juni 2010

Penyakit Infeksi Alat Kelamin

GONORE ( GO )

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri dengan gejala pada pria nyeri disaat buang air kecil, keluar cairan seperti nanah. Sedang pada Wanita gejala awalnya tidak terlihat ( karena alat kelamin wanita masuk ke dalam ), namun penyakit ini sangat berbahaya karena menular.

Selain berdampak pada alat kelamin, penyakit ini bisa menulari organ tubuh lain seperti prostat, sel telur yang mengakibatkan kemandulan, jantung, kelenjar di vagina ( kista Bartolin ) dan bisa juga menyerang mata. Bayi yang tertular GO dari orang tuanya kemungkinan terlahir buta sangat besar.

SIFILIS

Merupakan infeksi menular seksual yang paling terkenal, namun disangka sudah punah. Survey yang dilakukan terhadap 500 waria dan gay di wilayah Jakarta Utara dengan penampilan dan alat kelamin yang kelihatan sehat walafiat, ternyata 75% darahnya posisif terkena sifilis. Keadaan ini jauh lebih berbahaya ketimbang sifilis yang terlihat di kemaluan, karena penderita merasa sehat-sehat saja, padahal dia akan menularkan penyakitnya kepada orang lain.

HERPES SIMPLEKS GENITAL

Disebabkan oleh virus HSV. Pada pria, Alat kelamin bertotol-totol menggelembung berisi air. Jika pecah akan menimbulkan luka dan berasa sangat nyeri. Penyakit ini terkadang terlihat sudah smbuh, padahal penyakit ini bersifat kambuhan dan sulit untuk sembuh sama sekali.

Jika wanita hamil tertular herpes simpleks genital, maka virus akan menulari bayi lewat plasenta yang menyebabkan kematian 60% janin penderita.

Jikapun ada bayi yang bisa bertahan hidup sampai lahir, maka 50% di antaranya terancam cacat syaraf atau mata.

ULKUS MOLE

Disebabkan bakteri yang penampilannya berupa luka-luka kotor. Penderita merasakan nyeri hebat. Pada pria berpeluang berkomplikasi pada penyempitan saluran kemih sehingga sulit untuk buang air kecil

KONDILOMA AKUMINATA

Penyakit kelamin yang sering disebut masyarakat awam sebagai ” Jengger ayam ” ini disebabkan virus HPV. Penyakit ini juga sulit disembuhkan karena virus susah dimatikan dan bersifat kambuhan. Awalnya penderita hanya merasa ada benjolan. Lama kelamaan benjolan ini makin nyata dan bisa memicu kanker.

” Jengger ayam ” tidak selalu ditularkan lewat penetrasi kelamin. Ada kasus yang diungkap dr Dewi Inong, tentang pasiennya seorang remaja putri terkena ” jengger ayam ” namun selaput hymennya masih terlihat sempurna. Selidik punya selidik, ternyata alat kelamin sang dara pernah bersentuhan dengan alat kelamin sang pacar yang ternyata sudah terjangkit kondiloma akuminata.

HIV/AIDS

HIV ( Human Immunodeficiency Virus ) adalah nama virus yang menyebabkan AIDS ( Accquired Immune Deficiency Syndrome ). Penyakit kelamin yang berasal dari hubungan seksual antara sesama lelaki ini pertama kali ditemukan tahun 1980 di kota San francisco Amerika serikat. Kalangan kedokteran dikejutkan oleh penyakit yang sebelumnya tidak dikenal, namun merebak ganas di kalangan homoseksual.

Penyakit ini kemudian menyebar setelah kaum homo yang ternyata juga seorang bisex ini menyetubuhi para pelacur dan pelacur menyebarkan kembali ke seluruh pelanggannya. Dari pelanggan yang nota bene ada juga laki-laki yang beristrikan wanita baik-baik juga ikut tertular. Dengan kecepatan daya tular 1 menit per 5 orang, kini penyakit itu menyebar ke seluruh pelosok dunia, tak terkecuali Indonesia. Khusus di negeri yang mengaku sila pertama dasar negaranya adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, perkembangannya sangatlah mengkhawatirkan. Awalnya bermula pada bulan April tahun 1987 ketika masyarakat dihebohkan dengan pemberitaan meninggalnya seorang laki-laki homoseksual, turis berkebangsaan Belanda karena AIDS di Bali. Satu tahun kemudian kehebohan serupa tetap masih dari Bali, dengan meninggalnya warga lokal pada Juni 1988. Dalam perkembangan selanjutnya HIV/AIDS tidak hanya ditularkan melalui hubungan badan namun juga bisa lewat jarum suntik, transfusi darah, dan talipusat bayi pada ibu dengan Aids. Tapi jangan lupa, petaka awalnya adalah akibat hubungan zina sesama laki-laki.

Meledaknya kasus AIDS ini laksana gunung es yang tersembunyi tiba-tiba muncul dipermukaan disebabkan window periode hingga tahap asimtomatik yang lama. Para pemilik gaya hidup seks bebas awalnya merasa aman-aman saja, tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan mereka sudah tertular, tapi baru 3 sampai 10 tahun bahkan ada ahli yang menyebut sampai 20 tahun kemudian muncul gejala.

Banyaknya kasus AIDS bermunculan dengan Jakarta sebagai pemegang rekor tertinggi, beberapa tahun terakhir membuat kalangan pemerintah ” berputus asa”, dan bahu membahu dengan pabrik kondom serta aktifis AIDS untuk memkampanyekan kondomisasi sebagai solusi. Padahal kondomisasi merupakan jalan pintas yang tidak menyelesaikan masalah AIDS sesungguhnya, yaitu perzinahan !

Itupun menuai kritik banyak kalangan cendekiawan, termasuk mahasiswa yang concern, karena kondomisasi merupakan pembodohan luar biasa. Dalam konferensi AIDS Asia Pacific di ChiangMai Thailand 1995 saja sudah terungkap, bahwa kondom ternyata memiliki pori dengan diameter 1/60 mikron, dalam keadaan tidak meregang, sedang virus HIV berdiameter 1/250 mikron. Jika kondom dalam keadaan meregang lebar porinya mencapai 10 kali lebih besar yakni 1/6 mikron.. Dengan demikian virus HIV begitu leluasa mudahnya bergerak menembus.

Efek HIV/AIDS sangat berantai. Masalah yang mengitari tidak hanya urusan medis, namun juga psikososial dengan biaya yang tidak sedikit. Harga obat untuk 1 orang penderita setiap bulannya mencapai 1,5 juta sampai 2,5 juta rupiah. Padahal, belum ada satu obatpun yang sampai kini terbukti ampuh melenyapkan virus maut itu.

Satu kasus AIDS berpeluang menularkan 200 orang. Dari 60% penderita di tanah air, ternyata punya anak. Bayangkan betapa dahsyat dampak dan beratnya beban pemerintah karenanya.

Seks bebas dan narkoba sebagai pemicu terbesar, dan Pornografi ? punya andil terdepan sebagai provokatornya.



Tidak ada komentar: